Penanggulangan Kutu Daun pada Tanaman Cabai

Seperti namanya, hama ini menyerang daun yang mengakibatkan daun menjadi keriput. Tidak hanya itu, pertumbuhan tanamanpun menjadi terganggu, warna daun jadi kekuningan bahkan sampai mati. Kutu ini memang cukup berbahaya untuk tanaman cabai karena merupakan vektor dari 150an strain virus.

Puncak dari serangan hama ini terjadi pada musim kemarau dengan menyerang daun-daun muda dan bagian pucuk tanaman dengan cara menghisap cairannya. Tidak hanya itu, cairan yang dikeluarkan kutu daun ini juga berpotensi menghambat fotosintesis karena mengandung madu jadi dapat mendorong tumbuhnya cendawan jelaga pada daun.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menangani hama ini adalah:
– Kultur teknis
Kita bisa menggunakan tumpangsari cabai dengan daun bawang karena daun bawang adalah salah satu tanaman yang dapat mengusir kutu daun. Anda juga bisa menggunakan perangkap tanaman, atau boleh dibilang menggunakan tanaman lain agar cabai tidak diserang. Kalian bisa menggunakan caisin karena caisin lebih disukai oleh kutu daun. Atau cara lain yang cukup sederhana adalah dengan eradikasi gulma, kemudian dibakar.
– Fisik mekanis
Anda bisa memasang kain kasa pada badengan persemaian dan juga di lahan tanam. Cara lain yang bisa kita gunakan adalah menggunakan perangkap air 2 buah/500m2 berwarna kuning dan dipasang pada saat cabai berumur 2 minggu.
– Hayati
Anda juga bisa menggunakan predator alami dari kutu ini antara lain parasitoid aphidis sp, kumbang coccinella transversalis dan masih banyak lagi.
– Kimiawi
Bahan kimiawi digunakan jika kutu sudah lebih dari 7 ekor per 10 daun. Lakukan penyemprotan sesuai anjuran dan sebaiknya dilakukan pada waktu senja.

Penanganan Thrips pada Cabai

Sebelum kita mengetahui penanganan dari hama ini, alangkah baiknya kita mengetahui gejala-gejala yang timbul. Hama ini umumnya berkembang di musim kemarau, sedangkan saat musim hujan, populasinya akan berkurang karena air hujan membersihkan thrips yang ada.

Hama ini menyerang daun-daun muda bagian bawah dengan cara menghisap cairannya, tandanya adalah adanya bercak putih. Daun-daun yang terserang umumnya akan mati dengan ditandai perubahan warna pada daun menjadi coklat lalu mengeriting atau keriput dan akhirnya mati.

Hama ini bisa berdampak lebih berat yaitu menyebabkan pucuk menggulung ke dalam dan muncul benjolan seperti tumor. Tanaman cabaipun akan kerdil karena terhampat pertumbuhannya, bahkan ada sebagian kasus yang pucuk tanamannya menjadi mati.

Untuk pengendalian hama ini, ada beberapa cara:
– Kultur teknis
Salah satu cara agar tanaman tidak terserang thrips adalah dengan tidak menanam tanaman inang. Penggunaan mulsa plastikpun bisa dilakukan yang dikombinasikan dengan perangkap, selain itu malsa plastik juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi kutu daun. Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan memusnahkan bagian tanaman yang terserang hama tersebut.
– Fisik mekanis
Penggunaan perangkap likat yang dipasang saat tanaman berumur 2 minggu. Perangkap dipasang 40 buah/ha atau 2 buah/500m2. Perangkat dibuat daripotongan peralon dengan diameter 10cm dan panjang 15cm yang diberi cat putih atau biru. Setelah itu diberi lem kayu yang diencerkan atau bisa juga vaselin lalu digantung diatas tanaman cabai.
– Hayati
Anda juga bisa memanfaatkan musuh alami untuk membasmi hama tersebut antara lain kumbang coccinellidae, tungau dan masih banyak lagi.
– Kimiawi
Bahan kimia hanya digunakan jika penyerangan hama sudah mencapai ambang batas (15% per tanaman).

Pemupukan pada Tanaman Cabai

Pemupukan cukup penting dilakukan untuk pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Oleh karena itu penambahan unsur hara ke dalam tanah itu penting untuk mencukupi dan mendukung perkembangan cabai agar mendapatkan panen yang bagus.

Sebagai dasar, berikanlah pupuk kandang/kompos sebanyak 5000 kg/ha dan NPK (15:15:15) sebanyak 200kg. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, taburkan pupuk secara merata di tengah badengan dengan membuat larikan sedalam 10-15cm. Diawali dengan pupuk kandang dilanjutkan dengan pupuk NPK.

Sedangkan untuk pemberian pupuk kimia sendiri diberikan tergantung dengan jenis tanah, semakin ringan tekstur tanah maka semakin tinggi dosis pupuk yang akan diberikan.

Untuk dosisnya sendiri, gunakan 200gr NPK (15:15:15)+50gr ZA lalu larutkan dengan air sebanyak 20 liter. Berikan sebanyak 100ml per tanaman yang dilakukan saat umur tanam 2 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan takaran NPK (15:15:15) sebanyak 200kg/ha atau 10gr/tanaman dan diberikan 8 minggu setelah tanam.

Pupuk Organik Hayati juga direkomendasikan untuk tanaman cabai untuk memberikan ketahanan pada cabai. Kandngan dari POH dapat meningkatkan ketersediaan hara yang sangat dibutuhkan oleh cabai. Dosis yang diberikan adalah 200ml POH+20 liter air, lalu berikan sebanyak 200ml per tanaman setiap 10 hari.

Persiapan Lahan Untuk Budidaya Cabai

Banyak yang harus dipersiapkan saat kita akan menanam cabai antara lain adalah mempersiapkan lahan dan salah satu step untuk persiapan lahan adalah pengolahan tanah.

Berikut adalah beberapa step yang harus dilalui saat pengolahan tanah:
– Lakukan pembersihan lahan mulai dari sisa tanaman maupun sampah
– Lakukan pencangkulan kurang lebih 40cm, hal ini ditujukan agar lahan menjadi gembur. Setelah itu biarkan selama 2 minggu (usahakan terkena sinar matahari)
– Untuk lahan kering/tegalan, yang harus anda lakukan adalah membuat badengan kurang lebih 1 meter dan tinggi 30cm dan jarak antar badengan 50cm. Lalu buat garitan dan lubang tanan dengan jarak 50cm x 50cm. Jadi tiap badengan ada 2 baris tanaman cabai
– Untuk lahan sawah, badengan dibuat selebar 1,5m dengan parit sebagai pemisah antar badengan dengan lebar 50cm dan dalam 60cm. Untuk lubang tanam sama seperti lahan tegalan

Setelah pengolahan tanah selesai, hal selanjutnya yang akan kita lakukan adalah pemberian kapur pada tanah dengan kaptan dolomit sebanyak 1,5 ton/ha.

Selanjutnya adalah pemupukan dasar dalam bentuk pupuk kandang yang sudah matang sekitar 2 minggu sebelum tanam. Untuk pupuk anorganik diberikan 5 hari sebelum proses tanam dimulai dengan cara ditebar lalu disiram dan ditutup dengan mulsa. Gunakan mulsa plastik hitam perak dengan lebar 100-125cm, bagian perak berada di atas sedangkan bagian hitam berada dibawah.

Setelah mulsa terpasang, selanjutnya adalah pembuatan lubang dengan alat pelubang mulsa berdiameter 10cm. Lubang ini akan digunakan untuk menanam bibit nantinya. Pembuatan lubang bisa dengan metode zigzag maupun 2 baris berhadapan dengan jarak (50-60cm) x (50-70cm).

Persiapan Budidaya Cabai

Sebelum melakukan budidaya cabai merah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyediakan benih. Benih yang dipilih adalah benih cabai merah bermutu. Perhatikan pula waktu dan jumlah benih yang akan disediakan agar sesuai dan tidak rusak.

a. Penyiapan media semai
Pertama yang harus dilakukan adalah menyemaikan benih di media semai, gunakan polibag semai. Perhatikan komposisi tanah halus dan pupuk kandang, perbandingan yang baik adalah 1:1 dan disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian. Setelah itu, polibag semai ini disusun di rak yang sudah dilengkapi dengan jaring serangga atau insek net agar nantinya terbebas dari hama dan penyakit.

b. Pemilihan benih
Memilih benih tentunya harus yang berkualitas, agar nantinya cabai yang tumbuhpun kualitas tinggi. Tapi ada hal lain yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah jenis benih cabai yang akan dipilih. Untuk hal ini tentunya disesuaikan dengan selera pasar. Berikut adalah ciri-ciri benih yang berkualitas:
– daya kecambah tinggi
– ketegaran tumbuh baik
– tumbuh serentak
– tahan hama dan penyakit

c. Perlakuan benih
Sebelum ditaman, awal mula benih direndam selama 1 jam dengan suhu 50 derajat celcius yang bertujuan untuk mempercepat perkecambahan dan menghilangkan hama dan penyakit.
Setelah itu, siaplan media taman dan siram dengan air sampai jenuh, lalu tanam benih tersebut. Tutup media tanam yang telah berisi benih cabai dengan plastik selama 2-3 hari, setelah berkecambah plastik dibuka dan dilakukan pemeliharaan.

d. Pemeliharaan bibit
Pemeliharaannya sebenarnya cukup mudah, siram dan bersihkan bibit tersebut setiap hari. Selalu cek bibit tersebut dari hama dan penyakit, jika ada, cepat dicabut/dibuang. Gunakan selalu jaring serangga untuk meminimalisir hama dan penyakit.

Setelah 21-25 hari, cek bibit tersebut. Jika sudah memiliki 4-5 helai daun dan tingginya sudah mencapai 10-15cm, benih biasanya sudah siap dipindah ke lahan.

Penanaman dan Perawatan Cabai

Yang terpenting dari budi daya cabai adalah penanaman. Proses ini akan memindahkan bibit dari persemaian ke lahan. Sebelum proses penanaman, badeng yang sudah disiapkan disiram terlebih dahulu supaya tanah lembab. Hal ini bertujuan agar bibit dengan mudah beradaptasi dengan media tanam. Setelah semuanya siap, keluarkan bibit dari polybag dan tanam di lubang yang sudah disiapkan. Setelah tertanan dengan sempurna, tambah tanah diatasnya lalu padatkan.

Setelah proses tanam selesai, hal selanjutnya adalah pemasangan ajir. Anda bisa membuatnya dari bambu ataupun kayu dengan panjang 100-125cm. Fungsi dari pemasangan ajir ini adalah nantinya sebagai penyangga agar tanaman cabai nantinya tidak mudah roboh. Caranya adalah dengan mengikat tanaman cabai tersebut ke ajir secara bertahap selama masa tumbuh tanaman. Perlu diingat juga, pengikatan tidak boleh terlalu kencang.

Untuk proses perawatannya sendiri ada banyak dan salah satunya adalah perempelan baik tunas, daun, bunga ataupun bagian tanaman lain. Perempelan pertama (di ketiak daun) biasanya dilakukan pada umur 10-12 hari setelah tanam untuk dataran rendah atau 15-20 hari setelah tanam di dataran tinggi. Sedangkan perempelan daun di cabang utama saat tajuk tanaman telah optimal biasanya dilakukan saat tanaman berumur 75-80 hari setelah tanam untuk dataran rendah atau 90 hari setelah tanam untuk dataran tinggi.

Pengairan Pada Tanaman Cabai

Air sangat dibutuhkan untuk tumbuhan oleh karena itu, pengairan salah satu faktor penting saat kita akan budi daya cabai. Berilah air sesuai dengan kebutuhan tanaman, waktu dan cara yang tepat.

Cabai adalah tanaman yang tidak tahan kering tapi juga tidak bisa hidup pada air yang terlalu banyak. Jadi hati-hati saat memberikan air pada cabai, karena jika terlalu banyak justru akan membuat cabai mati. Tanaman cabai hanya membutuhkan sekitar 250 ml/2 hari, untuk masa pembuahan membutuhkan lebih banyak air sekitar 450 ml/2 hari.

Untuk pengairannya sendiri banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan mengaliri parit diantara bedengan selama 15-30 menit. Sedangkan saat musim hujan, sistem drainase harus benar-benar diatur agar aliran air berjalan lancar sehingga cabai tidak tergenang terlalu lama.

Penanganan Lalat Buah pada Cabai

Ada beberapa hama yang bisa menyerang cabai dan salah satunya adalah lalat buah. Hama ini menyerang buah cabai dengan ditandai dengan adanya lubang titik hitam pada bagian pangkal buah. Lubang tersebut digunakan lalat untuk meletakan telurnya, oleh karena itu jika terserang hama ini jika buah dibelah maka akan terdapat larva didalamnya. Buahpun penjadi busuk dan gugur karena bagian dalam buah digerogoti oleh larva dan juga menghisap cairan yang ada pada buah cabai.

Pada musim penghujan, serangan hama ini akan menjadi lebih parah karena bekas lubang dari lalat tersebut terkontaminasi oleh bakteri lain yang mengakibatkan buah cabai semakin cepat busuk.

Beberapa pengendalian yang bisa dilakukan antara lain:
– Fisik mekanis
Cangkul tanah agar kepompong lalat yang ada di dalam tanah akan mati karena terkena sinar matahari. Cara lain adalah dengan membuang buah-buah yang busuk agar tidak berkembang lebih banyak lagi
– Hayati
Anda juga bisa menggunakan perangkap metil eugenol atau petrogenol sebanyak 1 ml/perangkap. Pemasangan perangkap adalah 40 buah/ha atau 2 buah/m2 dan dipasang pada saat tanaman berumur 2 minggu sampai akhir panen dan diganti 2 minggi sekali. Ada juga beberapa yang menggunakan teknik pelepasan serangga jantan mandul (sudah diradiasi) sehingga dapat mengurangi perkembang biakan lalat buah. Anda juga bisa memanfaatkan serangga lain entuk membasmi lalat buah antara lain parasitoid larva, predator semut dan masih banyak lagi.
– Penggunaan varietas tahan
Ini mungkin cara yang termudah yaitu menggunakan varietas cabai yang tahan terhadap serangan lalat buah. Beberapa diantaranya adalah tombak 1, tombak 2, neggala 1 dan cemeti 1.
-Kimiawi
Cara ini hanya dilakukan jika cara-cara diatas sudah tidak bisa mengatasi hama tersebut. Gunakan pestisida sesuai dengan anjuran.

Penanggulangan Hama Ulat Grayak pada Cabai

Bagi tumbuhan, ulat memang cukup mengganggu karena dapat merusak daun dan buah apalagi jika jumlahnya sangat banyak akan sangat cepat untuk menghabiskan 1 tumbuhan cabai.

Gejala awal adalah rusaknya daun dan buah oleh larva instar 1 dan 2. Selanjutnya, daun-daunpun akan mulai gundul oleh larva instar lanjut. Larva ini kadang juga menyerang buah cabai.

Serangan pada buah cabai ditandai dengan adanya lubang-lubang yang tidak beraturan. Jika serangan sudah sangat parah, tanaman akan gundul karena dimakan ulat grayak.

Hampir sama dengan penangan hama lain pada cabai, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
– Kultur teknis
Melakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan jangan lupa juga drainase pada lahan, pastikan berjalan dengan baik. Lakukan juga eradikasi jika menjumpai telur-telur ulat pada tanaman cabai.
– Fisik mekanis
Memasang perangkap feromonoid seks sejak tanaman berumur 2 minggu sebanyak 40 buah/ha. Selain itu lakukan pengecekan pada tanaman apakah ada telur/larva, jika ada musnahkan.
– Hayati
Kita bisa menggunakan patogen SI, NPV, SI. Bx 9, parasitoid apanteles sp dan masih banyak lagi.
– Kimiawi
Anda boleh menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan jika kerusakan tanaman sudah mencapai 12,5% per tanaman.

Penanganan Hama Kutu Kebul pada Tanaman Cabai

Tanaman yang diserang hama ini pada umumnya daunnya ada bercak nekrotik akibat serangan nimfa dan serangga dewasa. Hama ini akan cukup mengganggu juka populasinya sudah cukup tinggi karena sekresi yang dikeluarkan oleh kutu ini dapat menimbulkan serangan jamur jelaga yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan cabai.

Untuk penanggulangan hama ini bisa memanfaatkan musuh alami dari kutu kebul salah satunya adalah menochilus sexmaculatus yang bisa memangsa larva sebanyak 200-400 larva/hari. Anda juga bisa memanfaatkan predator lain seperti coccinella septempunctata, chrysoperia carnea dan masih banyak lagi.

Selain menggunakan predator, anda juga bisa memasang perangkap likat yang dipadukan dengan pengendalian secara fisik/mekanik. Cara tersebut dapat menekan populasi hama tersebut. Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan pestisida yang diketahui efektif untuk pengendalian kutu kebul seperti permethrin, amitraz, asefat, buprofezin dan masih banyak lagi.

Selain beberapa cara diatas, ada satu cara yang boleh dibilang cukup mudah yaitu dengan companion planning. Cara ini ditutujan untuk mengalihkan serangan kutu kebul ke tanaman lain dengan cara tumpangsari dengan tanaman lain seperti jagung atau gandum.