Perawatan Budidaya Jamur Tiram

Untuk perawatan jamur tiram, ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Karena jamur tiram butuh sekali perawatan untuk menjaga kelembaban media tanam.

1. Pengaturan suhu ruangan

Kita bisa mengatur suhu ruangan kabung dengan cara membuka dan menutup pintu atau jendela tujuannya adalah untuk mendapatkan pertumbuhan jamur yang optimal. Saat inkubasi, atur suhu 28-30°C dan kelembaban antara 50-60% untuk perkembangan dan pertumbuhan jamur akan maksimal. Sementara saat pembentukan tubuh buah sampai dengan masa panen, suhu yang dibutuhkan adalah 22-28°C dengan kelembaban antara 90-95%.

2. Penyiraman

Penyiraman ditujukan untuk menjaga kelembaban kumbung. Penyemprotan dilakukan dengan menyemprot atau bisa juga dengan pengkabutan menggunakan air bersih. Lakukan jika keadaan kumbung kering agar kelembaban kumbung selalu terjaga dan substrak tanaman tidak mengering.

3. Pengendalian Hama dan Penyakit

Salah satu hama utama dari budidaya jamur adalah tikus. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah serangan tikus antara lain dengan menggunakan seng sebagai pembatas bangunan dengan kumbung agar tikus tidak bisa naik keatas. Kita juga bisa memanfaatkan lem tikus untuk mencegah tikus masuk kedalam kumbung. Kita juga harus selalu mengecek kumbung pada malam hari untuk mengecek atau bahkan mengusir tikus.

Persiapan Budidaya Jamur Tiram: Pembuatan Kumbung

Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat kita akan memulai budidaya jamur tiram, salah satunya adalah pembuatan kumbung. kumbung adalah bangunan dari bilik bambu/tembok permanen yang dibuat sebagai tempat menyimpan bag log. Bag log adalah kantong plasting transparan yang berisi campuran sebagai tempat untuk tumbuh jamur.

Bag log dapat kita buat sendiri dengan peralatan yang cukup sederhana:
1. Alat steril, anda bisa menggunakan bak steril ataupun drum beserta kompor.
2. Alat untuk mengaduk, kalian bisa sediakan sekop, ember dan selang.
3. Alat inokulasi, sediakan lampu bunsen, masker, jas lab, pinset, alkohol/spritus dan hand sprayer.
4. Alat angkut, anda bisa menggunakan keranjang.
5. Alat penyiraman.
6. Alat panen.

Kembali ke pembuatan kumbung, sudah dijelaskan diatas kumbung bisa dibuat dari bambu maupun tembok permanen yang didalamnya tersusun rak-rak tempat media tanam jamur. Tidak ada standar besar kecilnya kumbung, kumbung bisa disesuaikan sesuai dengan lebar tanah. Sedangkan untuk raknya sendiri, harus ada jarak sekitar 75cm agar sirkulasi udara dapat terjaga dan juga mempermudah saat pemeliharaan. Untuk penyusunannya sendiri, bisa menyusun bag log secara vertikal ataupun horizontal, sesuai kondisi. Pada umumnya, susunan vertikal lebih cocok untuk daerah yang kering sedangkan horizontal sebaliknya.

Untuk bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kumbung tentu saja sesuai dengan bangunan yang akan anda buat. Jika ingin membuatnya dari bilik bambu tentunya kita harus menyediakan bambu, sedangkan untuk yang tembok tentunya kita butuh batu bata, pasir dan semen. Tidak lupa juga genteng untuk atapnya, bisa juga kita gunakan asbes atau rumbia. Untuk dalamnya tentunya ada rak, kita bisa membuatnya dari kayu, bambu ataupun baja ringan.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Jamur Tiram

Jamur tiram memiliki bahasa latin Pleurotus sp adalah salah satu jamur konsumsi yang boleh dibilang memiliki nilai tinggi. Ada banyak jenis jamur tiram yang sering dibudidayakan dengan karakteristik yang hampir sama cuma secara kasat mata warnanya berbeda. Jamur tiram tersebut antara lain adalah jamur tiram putih, jamur tiram merah muda, jamur tiram abu-abu dan jamur tiram abalone.

Jamur tiram adalah tumbuhan saprofit yang di alam liar memperoleh makan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik pada kayu-kayu lunak. Tanaman ini tidak bisa mengolah makanannya sendiri karena tidak termasuk tumbuhan berklorofil, jadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, jamur tiram sangat tergantung pada bahan organik yang diserap.

Beberapa faktor yang menunjang pertumbuhan jamur tiram adalah suhu, kelembaban, cahaya, pH media tanam dan aerasi. Normalnya, jamur tiram akan optimal pada suhu 26-28 °C dengan kelembaban udara 80-90% dan pH media antara 5-6.

Untuk penanamannya sendiri, jamur tiram lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi karena untuk menjaga kelembaban agar tumbuh jamur optimal. Oleh karena itu, jamur jenis ini banyak dibudidayakan di Bandung, Garut, Bogor, Wonosobo, Magelang dan Sleman.