Pembuatan Media Tanam Jamur Tiram

Hal pertama yang harus kita lakukan saat akan melakukan budidaya jamur tiram adalah pembuatan media tanam. Ini adalah faktor paling penting karena akan mempengaruhi proses kedepannya. Jika media tanam bagus maka hasil jamur tirampun akan bagus juga.

Pada proses persiapan media tanam ini, ada beberapa step yang akan kita lakukan, yaitu:

1. Pengayakan

Ini adalah proses pertama kali, yaitu kegiatan menyaring serbuk gergaji dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang seragam sehingga kepadatan bag log akan merata.

2. Pencampuran

Setelah diayak, serbuk kayu akan dicampur dengan dedak, kapur dan gips sesuai takaran untuk mendapat komposisi media yang merata. Takarannya adalah 100kg serbuk gergaji, dedak 15kg, kapur 2kg, gips 1kg dan air bersih sekitar 60-65% atau dapat ditandai bila dikepal hanya mengeluarkan satu tetes air. Setelah itu dikomposkan 1 hari, 3 hari, 7 hari atau bisa juga langsung dikantongi.

3. Pemeraman

Proses ini adalah proses menimbun campuran diatas lalu menutupnya rapat dengan plastik selama 1 malam. Hal ini bertujuan untuk mengurai senyawa agar mudah dicerna oleh jamur.

4. Pengisian Media ke Bag Log

Setelah pemeraman, selanjutnya adalah memasukan campuran media ke dalam plastik dengan kepadatan tertentu agar miselia jamur dapat tumbuh secara maksmal.

5. Sterilisasi

Proses ini ditujukan untuk membunuh mikroba yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Sterilisasi dilakukan selama 5-8 jam dengan suhu 70° C.

6. Pendinginan

Setelah disterilkan, pendinginan wajib dilakukan agar bibit yang dimasukan ke dalam bag log tidak mati. Proses pendinginan dilakukan 8-12 jam dengan temeratur 30-35° C.

7. Inokulasi Bibit

Proses ini adalah proses penanaman bibit miselia jamur ke dalam media tanam.

8. Inkubasi

Proses ini adalah proses penyimpanan media tanam pada kondisi ruang tertentu agar miselia jamur tumbuh.

9. Pemindahan ke Tempat Budidaya

Proses ini adalah proses pemindahan bag log yang sudah ditumbuhi miselium ke kumbung.

10. Perawatan

Perawatan yang harus dilakukan adalah menjaga kelembaban kumbung dengan cara penyiraman secara kabut.

Persiapan Budidaya Jamur Tiram: Pembuatan Kumbung

Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat kita akan memulai budidaya jamur tiram, salah satunya adalah pembuatan kumbung. kumbung adalah bangunan dari bilik bambu/tembok permanen yang dibuat sebagai tempat menyimpan bag log. Bag log adalah kantong plasting transparan yang berisi campuran sebagai tempat untuk tumbuh jamur.

Bag log dapat kita buat sendiri dengan peralatan yang cukup sederhana:
1. Alat steril, anda bisa menggunakan bak steril ataupun drum beserta kompor.
2. Alat untuk mengaduk, kalian bisa sediakan sekop, ember dan selang.
3. Alat inokulasi, sediakan lampu bunsen, masker, jas lab, pinset, alkohol/spritus dan hand sprayer.
4. Alat angkut, anda bisa menggunakan keranjang.
5. Alat penyiraman.
6. Alat panen.

Kembali ke pembuatan kumbung, sudah dijelaskan diatas kumbung bisa dibuat dari bambu maupun tembok permanen yang didalamnya tersusun rak-rak tempat media tanam jamur. Tidak ada standar besar kecilnya kumbung, kumbung bisa disesuaikan sesuai dengan lebar tanah. Sedangkan untuk raknya sendiri, harus ada jarak sekitar 75cm agar sirkulasi udara dapat terjaga dan juga mempermudah saat pemeliharaan. Untuk penyusunannya sendiri, bisa menyusun bag log secara vertikal ataupun horizontal, sesuai kondisi. Pada umumnya, susunan vertikal lebih cocok untuk daerah yang kering sedangkan horizontal sebaliknya.

Untuk bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kumbung tentu saja sesuai dengan bangunan yang akan anda buat. Jika ingin membuatnya dari bilik bambu tentunya kita harus menyediakan bambu, sedangkan untuk yang tembok tentunya kita butuh batu bata, pasir dan semen. Tidak lupa juga genteng untuk atapnya, bisa juga kita gunakan asbes atau rumbia. Untuk dalamnya tentunya ada rak, kita bisa membuatnya dari kayu, bambu ataupun baja ringan.